Posts Subscribe to This BlogComments

Display

Data Penangkar Burung

Informasi dan kemajuan komunitas penangkar burung, mohon informasi ini bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif Baca selengkapnya

Featured

Warna & Tahun Kode Ring Kenari


Seperti sudah diketahui bersama dengan adanya kode ring pada burung import ditujukan untuk identitas penangkar. Ternyata dengan berjalannya waktu dikembangkan pula untuk memposisikan beberapa pihak yang memang dengan tujuan untuk dikenal, beberapa simbol seperti nama dan angkapun sangat bervariasi. Hal ini merupakan bentuk kreatifitas penangkar, dan itupun sah saja sepanjang tidak membuat kode tertentu yang sama atau punya kemiripan arti dengan yang lain.
Beberapa kelompok tertentu sudah mulai membuat identitas yang mewakili kelompok, hal ini sudah merupakan angin segar pada dunia penangkaran, berarti paling tidak sudah terjalin adanya kekompakan dan kerjasama.
Lalu bagaimana dengan warna, seperti telah disepakati oleh Konsorsium Internasional Ornitologi warna dibedakan setiap tahunnya sehingga pada burung burung import warna ring selalu berbeda setiap tahunnya.
Berikut kode warna ring dalam 36 tahun berjalan :

1998 Biru 2005 Hijau 2012 Merah
           
1999 Emas 2006 Merah 2013 Hitam
           
2000 Hijau 2007 Hitam 2014 Hijau
           
2001 Merah 2008 Biru 2015 Ungu
           
2002 Hitam 2009 Ungu 2016 Emas
           
2003 Biru 2010 Orange 2017 Biru
           
2004 Emas 2011 Biru 2018 Merah  

Dalam pengkodeannya ditemukan pula kode beberapa negara seperti :
D : Jerman,
NL :Belanda,
E : Spanyol,
P : Portugal,
B : Belgia,
F : Perancis,
GB :Inggris,
YV : Venezuela,
CO : Columbia,
BR : Brasil,
A : Australia 
CH :Ania Australia,
GR :Yunani,
TR : Turki,
CY : Siprus, dll

Boleh dilihat di  (Ring cermin identitas penangkar)

Nama & kode penangkar bahkan bahanpun sangat bervariatif, kejelasannya akan sangat memakan waktu, bahkan saat tertentu nama nama barupun muncul, belum lagi beberapa tambahan kode tertentu untuk burung lomba, burung trah, kode organisasi  dan sebagainya.
Semua memang mendambakan identitas yang mudah dikenal dan diharap dengan adanya itu jadi lebih sukses. buat rekan pemakai ring disarankan untuk saling menjaga, bahwa media ring adalah pengenal untuk kerjasama bukan untuk media persaingan atau bahkan sarana untuk menjatuhkan.
Read More >>

Sugesti dan Mitos Memelihara Burung

Kalau manusia dalam hidup memerlukan sugesti positif agar dapat sukses dalam hidup. Ini sebagian kecil dari beberapa motto kehidupan yang diharapkan dapat menjadi peringatan kita semua agar mendapatkan yang terbaik. Soal waktu juga demikian, menurut saya perasaan 'Masih Ada Waktu' harus dikurangi, hal mana dengan isyarat ini kita akan bicara dan bertindak tanpa beban padahal aktifitas yang ditunda belum tentu bisa diselesaikan dalam jangka penundaan itu. Dalam memelihara burungpun ada sebuah sugesti yang karena tidak ada teori yang nalar maka dianggapnya hanya sebuah mitos. Banyak kejadian yang tidak diinginkan terjadi tetapi kita tidak mengerti mengapa bisa terjadi.

Setiap ada kejadian kita selalu coba memulai dengan mencari sebabnya, biasanya orientasi kita mengarah pada soal perawatan, perlakuan ataupun karena terlambatnya waktu untuk menangani. Sering kejengkelan terlontar karena semua perawatan yang seharusnya bahkan istiwema sudah dilakukan.

Berikut contoh beberapa kejadian yang kadang kita tidak tahu jawabnya :

1. Burung tiba tiba mati padahal kondisi terakhir baik bahkan performanya bagus
2. Burung sakit dan sulit disembuhkan
3. Burung lesu dan cenderung malas malasan
4. Berkicau sekenanya atau hanya berkicau dimulai dengan mendengar suara lain
5. dsb
Pertanyaan yang biasa keluar mengapa itu bisa terjadi, sedangkan perawatan dan pemantauan tidak kurang.  Yang kita ulas ini bukan berkaitan dengan soal makanan, obat ataupun perawatannya.
Saya hanya sekedar share dan ini hanya merupakan pendapat pribadi :
                      Burung tidak akan kuat menerima sugesti manusia yang berlebihan
Mengapa saya katakan demikian? sebenarnya ini mencakup lebih luas pada semua binatang, karena manusia diyakini sebagai makluk yang paling sempuna

Coba kita kilas balik kejadian yang kita alami atau paling tidak pernah kita temui, contohnya :
1. Beberapa burung piaraan kita apabila ada yang bermasalah atau bahkan mati mengapa kebanyakan terjadi pada burung yang terbaik dan paling kita harapkan, mengapa bukan burung yang sortiran saja, padahal burung tersebut mendapat perawatan dan pantauan yang baik
2. Sering kita dengar berita, Ini burung sudah ditawar sekian Rp... tidak diberikan, ternyata esok harinya mati
3. Burung dengan keturunan bagus dan diharapkan dapat mengangkat nama atau paling tidak bisa menunjukkan kualitasnya ternyata kalah dengan burung lain yang kita punya dengan kualitas seadanya, padahal keduanya dibedakan perawatannya
4. Burung induk yang bagus dengan harga mahal sering terjadi kurang produktif bahkan ada yang menyalahkan asal burung dan perawatan sebelumnya

Beberapa contoh itu mungkin bisa mewakili kita untuk menoleh dan koreksi. Sebenarnya sugesti kita berharap lebih untuk terjadi pada burung kesayangan kita akan mempunyai pengaruh pada burung bersangkutan. Bahasa burung kita memang tidak tahu tetapi hal yang tidak nyatapun banyak terjadi dan kita rasakan. Secara langsung ataupun tidak efek beban dan harapan pemilik yang berlebihan akan sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup burung itu. Mungkin kalau burung bisa berkata pastilah akan protes akan beban berat yang disandangnya, juga tidak akan terima meskipun disangkar emas dan makanan yang berlimpah. Lalu bagaimana dengan pedagang, tentu penafsiran kita bahwa si burung juga tahu dan masih berharap mendapat tuan yang baik, sehingga meskipun beban ada tetapi harapan juga ada.

Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya, boleh anggap ini hanya sebuah mitos namun yang mungkin mempunyai pengalaman yang serupa boleh kita buka lagi dengan cara yang wajar dan tidak membeda-bedakan perlakuan dan kasih sayang pada burung kesayangan. Tujuan boleh ditetapkan, mungkin porsi pembebanan sugesti kita usahakan yang seimbang sehingga semua mendekati yang diharap. Perlakuan yang tidak seimbang banyak resikonya, bahkan tikuspun akan memilih mana burung terbaik untuk dimakan, belum lagi incaran dan kecemburuan untuk memiliki dari luarpun turut mengancam

Falsafah Jawa menyebut seorang pria Jawa memiliki kehidupan yang sempurna atau lengkap bila memiliki 5 hal yaitu : Curigo, Wismo, Turonggo, Kukilo dan Garwo. Burung atau 'Kukilo' sebagai syarat genapnya sebuah kehidupan seorang pria, tetapi penalaran itu tentu dalam konsep hobi dan klangenan sehingga diharapkan dapat melengkapi kehidupan yang seiring dan seimbang, bukan dibebani target yang berlebihan.

.
Read More >>
Gabung majukan penangkaran bersama kamiPapburi Solo

Paguyuban penggemar kenari yang eksis menggelar lomba dari waktu ke waktu semakin ditunggu penggemar kenari dan kicauan lainnya. Baca selengkapnya

Recent Comment

.

Recent Post

.
 

Behind This Blog

Foto Saya
Puguh Laropstars
Lihat profil lengkapku

Atribute

Music Therapy Kicauan . Google PageRank Checker

Reader Community