Posts Subscribe to This BlogComments

Display

Data Penangkar Burung

Informasi dan kemajuan komunitas penangkar burung, mohon informasi ini bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif Baca selengkapnya

Featured

Q-max kontes burung gaya Papburi


Dari beberapa masalah penyelenggaraan lomba.. ini sebuah awal dari beberapa perubahan sistem lomba. Q-max di launching perdana tahun lalu diadakan lomba kicauan yang mencakup 6 jenis burung yaitu : anis merah, cocak hijau, kacer, murai batu, kenari dan pentet. saat ini sudah mulai beranjak teratur jadwal lombanya.
Dari lomba ini yang yang menjadikannya berbeda adalah sistemnya yaitu, tanpa teriak, sangkar tidak masuk data penilaian, peserta penyisihan tiap2 pool dibatasi hanya 20 burung selanjutnya juara 1-3 tiap pool berhak atas pengembalian tiket.
Penyelenggaraan lomba yang dimotori sebagian besar anggota Papburi ini bertujuan untuk mensiasati sebuah sistem yang lebih baik dan dapat dinikmati oleh para penggemar burung dan mengacu pada penyelenggaraan lomba kenari Papburi yang dikenal lebih rilex tanpa teriakan penonton.
Sebenarnya kenikmatan lomba adalah dapat mendengarkan kicauan burung kita masing-masing, sehingga kitapun dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan burung yang kita bawa / lombakan. Terlepas dari itu ada satu yang sulit untuk kita hindarkan yaitu rasa untuk menang.
Kenikmatan Alunan kicauan yang dibawakan oleh burung-burung yang dilombakan akhirnya sirna oleh rasa untuk menang, maka munculah para supporter dg teriakan yang bergemuruh... semua ini untuk menarik perhatian para dewan Juri yang terhormat ... karena bila tidak kita takut dengan arti kekalahan.... Tidak heran bila muncul fenomena cukup melihat gerakan badan ( Gaya ), Gerakan Paruh dll yang akhirnya menganggap burung itu bekerja dengan baik,,, akhirnya banyak para kicaumania bertanya sebenarnya yang dinilai oleh para dewan juri alunan lagu... tembakan / tonjolan,,,Volume... atau gaya....
Begitulah kira2 yang terjadi di arena lomba, sepintas tidak berbeda tapi saat kita ada ditengah arena lomba, mulai merasakan betapa lebih nyamannya kalau setiap lomba tanpa ada teriakan penonton, sedikit saya ulas agar ini bisa menjadikan perbandingan untuk para penggemar ber-andai2 di lomba2 yang akan datang. Coba bayangkan burung bisa dinikmati suaranya hingga volume terkecil, juri bisa lebih konsentrasi dan kita bisa berdialog dan berbagi penilaian dengan sesama penonton dan lagi saya lihat banyak juga para istri yang ikutan di lomba.. he he mungkin sebelumnya ada dialog " mah ikutan lomba ya hari ini, ini tidak bising kok biar kita bisa tahu Bejo( nm. burung) tampil .... terus...boleh deh pah sekali waktu pengin juga lihat burung papah berlaga"
Itu sebuah ilustrasi
Mungkin ada pemandangan asing di lomba murai batu yang teriak hanya burungnya... terus di kelas anis merah penonton hanya melambaikan tangannya seiring telernya sang jagoan..pissss dan ini yang dapat saya simpulkan sebagai kuncinya adalah peran aktif mc yang jalan wara wiri dan sesekali memberikan teguran sopan bagi pengunjung yang kelolosan teriak atau tepuk tangan.. dan lagi
pengamanan lomba yang diimbangi dialog yang familier untuk mengingatkan peserta.

Ayo siapa mau menyusul mengadakan event lomba tanpa teriak ala Papburi

Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

You Welcome ..!

Tingkatkan kualitas burung gacoan anda dengan kompetisi yang fair & nyamanLA Area

Wahana Kicau Mania LA Bertempat di Pemandian Air Hangat Langenharjo, Grogol, Sukoharjo sebagai tempat menguji kemampuan Burung Kicauan dan ajang silahturahmi semua penggemar Kicau Mania.. Baca selengkapnya

Recent Comment

.

Recent Post

.

Hotspot

 

Atribute

Music Therapy Kicauan . Google PageRank Checker .

Pengikut